“Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya” ITN Malang Sambut Mahasiswa Inbound
Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menerima 28 mahasiswa inbound Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2 tahun 2022. “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya” menjadi semboyan pengusung PMM 2. Sebagai kampus nasionalis, ITN Malang sudah kali kedua menerima, dan menyambut antusias mahasiswa PMM sebagai kebijakan Program Merdeka belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek). Ke 28 mahasiswa inbound diterima langsung oleh Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Selasa (27/9/22). Mereka berasal dari 18 perguruan tinggi dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa. Diantaranya, Universitas Medan Area, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Negeri Manado, Universitas Halu Oleo Kendari, Universitas Teknologi Sumbawa NTB, Universitas Mataram, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Jambi, dan lain-lain. Rektor menyatakan rasa bangganya menerima kehadiran mahasiswa inbound. Sebagai kampus nasionalis, ITN Malang menerima dengan tangan terbuka mahasiswa belajar lintas kampus untuk menambah wawasan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Program ini juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap keberagaman budaya tanah air. Serta mendorong penguatan, dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa. “PMM memberi pengaruh kepada mahasiswa untuk saling mengenal satu sama lain, membangun jaringan, mengenal kebudayaan, latar belakang suku, dan sebagainya. Mungkin saja yang dulu berkeinginan kuliah di Pulau Jawa, akhirnya sekarang terwujud meskipun dengan waktu singkat,” tutur rektor.
Baca juga : ITN Malang Terima Mahasiswa Inbound dari Berbagai DaerahMenurut rektor, PMM menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa ketika kelak terjun ke masyarakat. Mahasiswa sudah mengenal banyak teman, dan berbagai daerah di Indonesia. Sangat tepat juga jika mahasiswa inbound memilih ITN Malang. Selain prestasi ITN Malang masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia, ITN Malang juga merupakan kampus peringkat pertama perguruan tinggi swasta kategori institut se Indonesia. “Adik-adik harus memanfaatkan kesempatan belajar di ITN Malang dengan sebaik-baiknya. Tetap jaga tata krama dan sopan santun dimana kalian tinggal. Dan, nanti saat pulang bisa menceritakan kisahnya selama mengikuti perkuliahan di ITN Malang. Selamat mengikuti program MBKM,” tambahnya.

Baca juga : Mahasiswa Inbound ITN Malang Ikuti Rakortek Bappeda Kota Malang dan Kunjungi UMKM Keripik Buah“Kenal mesin ITN Malang dari teman-teman dan dari instagram. Teknik Mesin ITN luar biasa prestasinya. Dosen kami juga menyarankan untuk mendaftar PMM ke sini (ITN Malang), karena akreditasinya lebih bagus. Saya mengambil lima mata kuliah di ITN, karena nanti juga bisa dikonversi,” ujar Andika. Ia mengambil lima mata kuliah di Teknik Mesin ITN Malang. Hal sama juga diungkapkan oleh Dimas Abdul Fajar, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STITEKNAS) Jambi. Dimas juga mengenal Teknik Mesin ITN Malang dari media sosial instagram Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMM). “Tahu mesin ITN ya dari instagram. Di ITN saya akan mengambil enam mata kuliah. Harapannya kuliah di ITN Malang bisa mendapat banyak hal, pengalaman dan ilmu. Semoga nanti juga banyak mendapatkan teman,” kata mahasiswa semester 5 yang suka hal baru dan tantangan ini. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




