Mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang Kuliah Daring Go Internasional

Mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang mengikuti pertukaran mahasiswa dengan Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Ki-ka: Rizky Bagus Tabah Laksana, Laurenso Gabriel Amnunuh, Mohammad Fikri Akbar, dan Muchamad Fikri Ari Wibcaksono. (Foto: Yanuar/humas)

Menjadi peserta pertukaran mahasiswa (student exchange) bagi mahasiswa Teknik Mesin S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memang membawa kesan sendiri. Apalagi program pertukaran mahasiswa dengan Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

Sebanyak 9 mahasiswa Teknik Mesin S-1 mulai bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021 mengikuti kuliah daring di semester ganjil bersama mahasiswa UTHM. Meski beda bahasa tidak menjadi kendala berarti bagi mahasiswa Kampus Biru. Begitu pun materi dan tugas kuliah terselesaikan dengan baik karena dosen juga aktif membantu bila mahasiswa ada kendala dalam memahami materi.

Dr Komang Astanawidi ST MT Kajur Teknik Mesin S-1 ITN Malang. (Mita/humas)

“Kami sejak Oktober sampai sekarang sudah 12 kali pertemuan. Kalau kendala tidak ada ya, karena bila ada kendala di materi atau tugas dosen selalu bertanya ke kami lewat koordinator. Kebetulan koordinator kami teman satu kelas dari ITN juga. Dia asli Malaysia, tapi kuliahnya di ITN. Jadi dia lebih paham bahasa Melayu,” tutur Muchamad Fikri Ari Wicahsono satu satu peserta pertukaran mahasiswa saat ditemudi di kampus 1, Jumat (08/01/2021).

Tidak ada perbedaan mencolok dalam mata kuliah Vibration yang diambil Fikri Ari. Menurutnya tugas di UTHM dan ITN Malang sama aja. Perbedaan terletak pada fokus pembelajarannya. “Kalau di UTHM fokus pembelajaran banyak berhitungnya. Tiap pertemuan diberi tugas dengan waktu 2 hari, sama juga di ITN,” imbuh mahasiswa semester 5 Teknik Mesin S-1 ini yang datang bersama tiga rekannya yakni: Mohammad Fikri Akbar, Laurenso Gabriel Amnunuh, dan Rizky Bagus Tabah Laksana.

Sedangkan Laurenso Gabriel Amnunuh, mahasiswa semester 3 Teknik Mesin mengambil dua mata kuliah Fluid Mechanics dan Manufacturing Technology. Mata kuliah ini ia ambil sesuai dengan mata kuliah yang ditawarkan UTHM untuk semester 3.

Pengalaman Renzo sapaan akrab Laurenso Gabriel Amnunuh, perkuliahan di UTHM yang ia ikuti dimulai dari hari Minggu hingga Kamis. Sempat pula ada mata kuliah yang jadwalnya bersamaan dengan kuliah di ITN Malang. “Mereka (dosen) faham kalau kami tidak bisa mengikuti kuliah via Google Meet dengan UTHM, biasanya nanti kami dikasih materi video,” katanya.

Mahasiswa asal NTT ini punya pengalaman menarik saat akan ikut pertukaran mahasiswa. Laurenso sebelumnya sering browsing untuk mencari beasiswa belajar ke luar negeri.

“Nah, pas ada pengumuman pertukaran mahasiswa ke Malaysia saya excited. Apalagi ini (program) gratis tanpa biaya. Saya sudah senang membayangkan akan ke Malaysia. Saya sebelumnya tidak membaca kalau tahun ini (perkuliahan) daring semua,” ungkap Renzo sambil tertawa.

Sementara itu Dr Komang Astanawidi ST MT Kajur Teknik Mesin S-1 ITN Malang menerangkan, Teknik Mesin mengirimkan 9 mahasiswa dengan 12 mata kuliah yang ditawarkan oleh UTHM. Setiap mahasiswa bisa memilih lebih dari satu mata kuliah. “Menurut pantauan prodi, mahasiswa yang melakukan pertukaran (mahasiswa) baik di dalam maupun di luar negeri merasa puas dan antusias. Mereka mendapatkan pengalaman yang berbeda,” tuturnya. (me/Humas ITN Malang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *